desa-tumbah-wisata-bahari
Desa Tumbak

Desa Tumbak: Permata Bahari Tersembunyi di Minahasa Tenggara

Diposting pada

Mitra, CITYTOURMANADO.COM

Jauh dari keramaian dan jalur wisata utama, di sudut tenggara Sulawesi Utara, tersimpan sebuah rahasia maritim yang mulai terkuak: Desa Tumbak. Ini bukanlah destinasi yang menjanjikan kemewahan, melainkan sebuah undangan untuk menyelami keindahan bahari yang paling otentik dan menyatu dengan kearifan lokal masyarakatnya.

Sebuah Akronim dari Harta Karun Hijau

Nama “Tumbak” sendiri merupakan akronim dari “Tumbuhan Bakau”, dan nama ini tidaklah berlebihan. Desa ini dikepung oleh kawasan hutan bakau rimbun seluas satu hektar yang menjadi benteng alami sekaligus urat nadi ekosistem. Menyusuri lorong-lorong hijau di antara akar-akar bakau yang kokoh dengan perahu kecil adalah sebuah pengalaman meditatif, di mana kita bisa melihat bagaimana alam menjaga keseimbangannya.

Surga Bawah Laut yang Menyaingi Bunaken

Daya tarik utama Desa Tumbak terletak pada gugusan pulau-pulau kecil di sekitarnya yang menawarkan puluhan titik selam (snorkeling dan diving) dengan pesona yang disebut-sebut mampu menyaingi Bunaken. Terumbu karang yang sehat dan berwarna-warni menjadi rumah bagi ribuan biota laut, menciptakan taman bawah air yang memanjakan mata. Bagi para pecinta bahari, Tumbak adalah kanvas baru yang siap untuk dijelajahi.

Kehidupan yang Menyatu dengan Laut

Berbeda dari kebanyakan wilayah di Minahasa, Desa Tumbak memiliki keunikan demografis. Dihuni oleh sekitar 400 kepala keluarga yang mayoritas berasal dari suku Bugis, Jawa, dan Bali, desa ini memancarkan budaya maritim yang kental. Hampir seluruh penduduknya adalah nelayan ulung. Menyaksikan para nelayan mempersiapkan perahu dan jala mereka setiap sore untuk melaut adalah sebuah pemandangan otentik yang memperlihatkan betapa dalamnya hubungan mereka dengan samudra.

Keramahan masyarakatnya menjadi daya tarik tersendiri. Setiap pengunjung akan disambut dengan senyum hangat, seolah menjadi bagian dari keluarga besar mereka.

Perjalanan yang Terbayarkan

Untuk mencapai surga tersembunyi ini, diperlukan sedikit perjuangan. Perjalanan darat sekitar 3 jam dari Manado akan membawa Anda melalui jalanan yang menantang. Namun, segala lelah akan sirna seketika saat hamparan laut biru kehijauan dan rimbunnya hutan bakau menyambut di ujung perjalanan.

Desa Tumbak adalah bukti bahwa Sulawesi Utara masih menyimpan banyak permata yang belum terjamah. Ini adalah destinasi bagi mereka yang mencari ketenangan, petualangan bahari yang murni, dan interaksi tulus dengan budaya lokal. Sebuah kawasan wisata bahari baru yang menjanjikan pengalaman tak terlupakan.